Pada, usianya yang masih remaja, penyanyi imut-imut Andien (14) sudah mengukir prestasi music yang membanggakan. Album perdananya, Bisikan Hati, yang direkam dalam bentuk kaset sejak diluncurkan 14 Februari lalu, kini telah laku 30.000 buah. Sementara bentuk compact disk baru muncul di pasaran akhir Maret. Lebih heboh lagi, Detik tak Bertepi satu lagu dalam album itu berhasil terpilih menjadi theme song Jalan Tour Tahun 2000 Japan Air Lines (JAL).
Sebuah warna tembang cukup sulit bagi penyanyi pemula manapun, karena di situ Andien dipaksa harus bisa melantunkannya dengan modulasi naik dan menaik terus. Namun toh remaja kelas III SLTP Al Ikhlas, Cipete, Jakarta Selatan, yang punya nama lengkap Andini Aisyah Hariadi itu berhasil melakukannya dengan baik. Selain JAL berani mengontrak tembang itu selama dua tahun mendatang, lagi-lagi maskapai penerbangan Jepang tersebut bersedia mengantar Andien tampil mewakili Indonesia pada forum Olimpiade Musik Internasional di Wina, Austria, Juli Mendatang.
Meski terbilang masih baru di dunia recording, namun tak salah menyebut Andien ibarat sebuah meteor. Kariernya melesat secepat kilat. Terpilihnya Andien mewakili Indonesia untuk bertarung dengan para penyanyi remaja lain dari seluruh dunia di forum internasional itu seakan melengkapi prestasi-prestasi lain sebelumnya. Sebutlah (antara lain), kemenangan Andien saat merebut Grand Final Asia Bagus tahun 1999 selama tiga kali berturut-turut.
Hanya perlu waktu tiga tahun bagi Elfa Seciora untuk memoles dan membentuk talenta Andien agar menguasai teknis vocal secara matang dan prima. Menurut dia, penyanyi remaja ini tak sekedar punya bakat menyanyi luar biasa, tetapi rasa musikalitasnya juga tinggi.
Minatnya yang besar pada lagu-lagu jazzy mengagumkan, karena itu termasuk hal langka untuk anak-anak seumur dia. Andien tak hanya menguasai Teknik vocal secara prima, namun juga sangat cepat bisa membawakan lagu-lagu baru dengan warna music berbeda-beda, tutur Elfa Seciora, pemusik tenar yang pernah mengorbitkan Titi DJ, Yana Julio, Rita Effendi, Ruth Sahanaya, dan Sherinna menjadi penyanyi papan atas Indonesia.
Meski telah mengolah kemampuan vocal sejak kelas IV SD, namun Elfa baru mulai mengarahkan Andien ke jalur jazz setahun terakhir ini. Untuk itu pertama-tama direktur kursus music Elfa Music Studio ini sengaja memperkenalkan Andien pada lagu-lagu jazz standar. Namun biar lebih aman dan konotasinya tidak disalah arti-kan, saya lebih suka membawa Andien ke lagu-lagu bernuansa jazzy terlebih dulu, tambahnya.
Elfa rupanya tak main-main dengan itu. Sejak setahun lalu pihaknya mulai menyiapkan proyek rekaman berisi lagu-lagu jazzy, fusion dengan tema lirik cinta romantic dan riang khusus untuk Andien. Album Bisikan Hati yang merupakan debut pertama Andien adalah hasil proyek besar itu.
Tembang The Boy from Ipanema karya Antonio Carlos Joblm dengan lirik Inggris oleh Norman Gimbel dilantunkan dengan baik pada album perdananya. Begitu pula lagu My Funny Valentine (Richard Rodgers/Lorenz Hart) yang proses perekamannya di kerjakan Edi Monterei di New Jersey, AS.
Sementara untuk nuansa Indonesia, Elfa memilihkan Meniti Pelangi judul sama pernah dilantunkan Harvey Malaiholo tahun 1986 dan tentu saja Detik tak Bertepi yang akhirnya menjadi theme song Jalan Tour Jal itu.
Sebagai music director dan pelatih. Elfa melakukan segalanya secara all out untuk Andien. Proses rekaman mayoritas tembang Bisikan Hati dilakukan di Form Recording Studio, Singapura, dengan basis rekam 48 tracks dengan bentuk music orchestra. Sejumlah musisi tenar seperti Edi Monteiro pada akordeon, Vistor Gaskin (basis Duke Ellington Band), Otrie Jr (saksofon, flute), Sshawn Kelley (drum) ikut diboyong Elfa guna memperkuat music album ini.
Di atas pentas mutu vocal Andien tak jauh dari apa yang bisa didengarkan dari kaset atau CD-nya. Pendapat Elfa tentang anak didiknya tidak mengada-ngada. Tiga buah lagu dengan warna music berbeda-beda mulai dari jazz standar, fusion, sampai pop Latin yakni Mi Tierra dimainkan Andien di depan public di sebuah kafe, pertengahan Maret lalu, sebelum akhirnya membawakan nomor-nomor tembang albumnya.
Di sini tampak betapa Andien tak hanya piawai dalam Teknik vocal, tetapi juga bisa betul-betul menguasai panggung dalam arti mampu membuai para penontonnya. Untuk anak-anak seusia remaja, menjadi luar biasa Andien mampu menguasai diri hingga sama sekali tak terlihat nervous berdiri di hadapan ratusan mata.
Goyangnya wajar, namun mengasyikkan saat melanjtunkan tembang bernansa samba. Ia masih anak-anak, namun style dan Teknik nyanyinya sudah seperti penyanyi dewasa professional, kata seorang pengamat music.
Sejak kecil saya memang sudah suka music jazz. Kebetulan sekali, Ketika mulai Latihan vocal sejak umur enam tahun mama memberi saya kaset album Astrud Gilberto dan selanjutnya Sarah Vaughn, dan Sergio Mendez. Sejak saat itu, saya mulai jatuh cinta dengan jazz, ungkap penggemar bakso dan rujak ini di balik panggung beberapa waktu lalu.

Kompas.id adalah surat kabar nasional Indonesia di bawah naungan PT Kompas Media Nusantara











