Andien Aisyah

Andien Logo Black
  • Home
  • News
  • Video
  • About Us
  • Contact Us
Andien Logo Black
  • Home
  • News
  • Video
  • About Us
  • Contact Us

Babak Baru Andien

Ia memaknai konser Suarasmara dalam rangka 25 tahun berkarya sebagai jalan untuk kembali ke akar bermusiknya, jazz. Untuk itu Andien tak mau tanggung-tanggung.

Kompas id by Kompas id
November 16, 2025
Konser Suarasmara 25 Tahun Andien Berkarya 3

Sebanyak 26 lagu dibawakan Andien dalam konser tersebut. KOMPAS/AGUS SUSANTO

Selama seperempat abad penyanyi Andien telah berkiprah di panggung musik Indonesia. Untuk mensyukuri sekaligus merayakannya, penyanyi yang mengawali kariernya di genre musik jazz ini menggelar konser tunggal bertajuk Suarasmara di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (15/11/2025) malam. Dalam pergelaran ini Andien kembali ke akarnya, yakni jazz.

Panggung konser tunggal 25 tahun penyanyi Andien di Istora Senayan, Sabtu malam, terasa sangat meriah sekaligus megah ala panggung big band musik jazz di Broadway, Amerika Serikat.

Penampilan Andien Dalam Konser Suarasmara
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Penampilan Andien dalam konser Suarasmara yang menandai 25 Tahun Andien Berkarya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (15/11/2025). Pertunjukan diiringi Tohpati Jazz Orchestra, dengan kolaborasi bersama Indra Lesmana, Vina Panduwinata, Diskoria, Wijaya 80, dan White Chorus. Sebanyak 26 lagu dibawakan dalam konser tersebut. Andien (40) menyebut konsernya sebagai refleksi panjang tentang perubahan, penerimaan diri, dan rasa syukur.

Rombongan penari terdiri atas belasan perempuan, yang masing-masing mengenakan pakaian ala penari balet, hiasan kepala, dan membawa kipas berukuran raksasa dari bahan seperti bulu-bulu angsa berwarna serba putih bersih.

Mereka mengiringi Andien, yang malam itu juga berdandan ala penyanyi era 1930-an. Gaun yang dikenakannya itu dirancang desainer ternama Hian Tjen, yang juga selaras dengan tata rambut Andien, yang mirip dengan karakter kartun klasik, Betty Boop.

Berturut-turut Andien menyanyikan tiga lagu serba riang, yang diambil dari beberapa albumnya. Lagu ”Moving On” sebagai pembuka, disusul ”Let It Be My Way” dan ”Bernyanyi Untukmu”.

Walau memperlihatkan wajah semringah, Andien saat menyampaikan kata sambutannya di awal penampilan tak kuasa membendung air mata. Dia berterima kasih kepada para penggemar yang datang menonton di pertunjukan seperempat abadnya berkarya kali ini.

”Rasanya baru kemarin. Terima kasih, semua sahabat setiaku. Semua ini adalah perjalanan bersama kita. Bener kalau tadi dibilang my dream will come true karena sebenernya ini seperti manifestasi mimpi dari mungkin saat aku berumur sekitar tiga atau lima tahun. Dari handycam papaku, saat kecil kasur aku ubah jadi seperti panggung dan aku seolah bernyanyi dan menari-nari di depan ribuan penonton,” tutur Andien.

Selain merayakan 25 tahun kiprahnya bermusik, konser tunggal ini juga jadi momen istimewa bagi Andien, yang tahun ini memasuki usia 40 tahun. Fase kematangan, mengingat konon hidup seseorang baru benar-benar dimulai di usia 40. Seperti premis dari jurnalis dan profesor ternama Amerika Serikat pertengahan abad XX, Walter Boughton Pitkin, lewat buku terlarisnya, Life Begins at Fourty, di tahun 1932.

Kembali ke akar

Konser Andien dirancang berformat orkestra jazz. Ia terinspirasi setelah menonton sebuah film dokumenter tentang itu. Di awal karier menyanyinya, Andien memang memulainya dari genre musik jazz.

Konser Suarasmara 25 Tahun Andien Berkarya 12
Penampilan Andien dalam konser Suarasmara yang menandai 25 Tahun Andien Berkarya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (15/11/2025). Pertunjukan diiringi oleh Tohpati Jazz Orchestra, dengan kolaborasi bersama Indra Lesmana, Vina Panduwinata, Diskoria, Wijaya 80, dan White Chorus. Sebanyak 26 lagu dibawakan dalam konser tersebut. KOMPAS/AGUS SUSANTO

Dalam wawancara di Redaksi Harian Kompas, Oktober 2025, Andien berharap konser berformat orkestra jazz itu bakal menjadi yang pertama di Tanah Air, terutama yang pernah digelar oleh perempuan penyanyi jazz seperti dirinya.  Andien sendiri memaknai konser Suarasmara ini sebagai jalan untuk kembali ke akar bermusiknya, jazz. Untuk itu dia tak mau tanggung-tanggung, termasuk dengan melibatkan para pemusik orkestra lengkap.

Di atas panggung, mereka ditempatkan di posisi istimewa, yaitu di baris terdepan panggung. Dengan begitu, kehadiran dan peran mereka bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sebagai elemen penting dalam konser tunggal Andien.

Andien mengatakan, di konser tunggalnya kali ini ia memang berupaya menampilkan dan menghadirkan musik serta lagu-lagu jazz dengan format ringan yang mudah dicerna serta menyenangkan. Dengan begitu, orang yang mendengarkan bisa ’langsung’ menikmati tanpa sadar bahwa yang didengarkannya adalah musik jazz. Musik genre ini memang kerap disalahpahami sebagai jenis musik yang rumit dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu.

Konser tunggal Suarasmara ini juga sekaligus menjadi kolaborasi lintas generasi antara para musisi senior, Andien, dan para musisi dari generasi masa kini. Andien bisa dibilang akan berada di posisi yang menjembatani kedua belah pihak itu.

Keterlibatan para musisi muda diharapkan dapat sekaligus menjadikan konser ini lebih bernuansa kekinian. Beberapa musisi muda yang dilibatkan adalah grup Diskoria, White Chorus, dan Wijaya 80. Sementara untuk musisi dan penyanyi senior, Andien menggandeng Indra Lesmana dan Vina Panduwinata.

Bagi Andien, jika berbicara tentang musik jazz, tak bisa tidak, ia akan selalu teringat pada sosok Indra Lesmana. Sementara pada sosok Vina, ia merasa punya kemiripan dalam gaya bermusik juga saat tampil di atas panggung.

Dalam wawancara yang sama, Andien menceritakan satu kejadian unik di mana siklus saling menginspirasi antarmusisi juga dialaminya setelah 25 tahun berkiprah. Salah satunya ketika Andien suatu waktu akhirnya terhubung dengan para personel White Chorus.

Konser Suarasmara 25 Tahun Andien Berkarya 8
Penampilan Andien merepresentasikan sosok Andien yang sejak awal karier dikenal gemar bereksperimen, baik dalam gaya berbusana maupun eksplorasi musikal. KOMPAS/AGUS SUSANTO

Andien mengatakan kepada White Chorus bahwa ia sangat menyukai salah satu karya mereka yang menginspirasinya untuk berkarya. Namun, yang mengagetkan, salah satu personel justru bercerita bahwa karya yang disukai Andien itu sebenarnya justru terinspirasi dari salah satu lagu Andien.

”Aku jadi merinding banget. Ini salah satu efek dari 25 tahun berkarya. Ternyata ada kayak satu full circle moment di situ bahwa aku, tuh, bisa terinspirasi dari musik, yang sebenernya terinspirasi dari musikku sendiri. Ha-ha-ha,” ujar Andien dengan tawa berderai.

Konser terbagi dalam empat babak, menggambarkan cerita tentang Andien dalam empat atmosfer cerita. Di setiap babak, Andien mengenakan dan melibatkan satu desain busana dari seorang desainer, dengan tata rambut dan riasan berbeda dari perias dan penata rambut.

Seperti bunglon

Walau mengakui berangkat dari akar jazz saat mengawali karier bermusiknya, Andien mengaku ia cukup ”bunglon” dalam perjalanan kariernya lantaran tidak mengidentikkan diri dengan genre musik tertentu. Hal itu disampaikan Andien saat jumpa pers beberapa jam menjelang konser didampingi promotor Redine, Aldo Liputo, musisi jazz senior Indra Lesmana, dan tiga personel Wijaya 80, yakni Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe.

”Setelah aku pikir-pikir, memang aku, tuh, sebenarnya selama 25 tahun ini juga cukup bunglon gitu. Karena aku merasa enggak bisa didefinisikan hanya menjadi satu jenis (genre) saja. Kayak mungkin musik pun menjadi seperti fashion-ku juga. Seperti kayak aku senang menyanyikan ini, tapi juga senang menyanyikan itu,” ujarnya.

Konser Suarasmara 25 Tahun Andien Berkarya 9
Sebanyak 26 lagu dibawakan dalam konser tersebut. Andien (40) menyebut konsernya sebagai refleksi panjang tentang perubahan, penerimaan diri, dan rasa syukur. KOMPAS/AGUS SUSANTO

Saat pertama muncul dengan album studio perdananya, Bisikan Hati (2000), di bawah arahan mendiang Elfa Secioria, Andien memang sangat kental dengan nuansa jazz. Album perdana itu tak hanya menuai sukses, tetapi juga dipuji banyak kalangan.

Dalam arsip berita Kompas, Jumat 28 April 2000, berjudul ”Andien, dari Jazz ke JAL” disebutkan salah satu lagunya berjudul ”Detik Tak Bertepi” terpilih menjadi theme song agen perjalanan Jalan Tour tahun 2000 maskapai Japan Air Lines (JAL). Hal itu sekaligus menjadi prestasi sangat membanggakan, terutama bagi Andien yang ketika itu masih berusia 15 tahun dan baru duduk di kelas III SMP Al Ihklas, Cipete, Jakarta Selatan.

Andien juga mengukir banyak prestasi di festival-festival musik internasional. Salah satunya kemenangan Andien saat merebut Grand Final Asia Bagus tahun 1999 selama tiga kali berturut-turut. Di awal kariernya, Andien juga pernah memperoleh penghargaan Diplom Der Stufe Gold III di Choir Olymphic Linz 2000 Austria, 10 Juli 2000, bersama Elfa’s Children Choir.

Dalam arsip artikel di Kompas, sejak masih SD, Andien sudah dibiasakan oleh ibunya mendengarkan lagu-lagu berirama jazz. Seperti dari penyanyi jazz Brasil, Sergio Mendez (Sergio Mendez & Bosa Rio, Brazilero), Sarah Vaughan (Time After Time, The Essence of Sarah Vaughan, I Love Brazil, Lullaby of Birdland), atau Antonio Carlos Jobim (The Man From Ipanema, Terra Brasilis, serta The Essential of Bosanova).

Karena itu, saat ditanya tentang pelibatan Tohpati Jazz Orchestra dan musisi jazz senior Indra Lesmana dalam konsernya kali ini menjadi deklarasi benang merah akar jazznya, Andien tak membantah.

Indra menyebut, di album studio kedua Andien, Kinanti (2002), yang digarap bersama Indra, ada banyak pilihan genre lagu yang dinyanyikan. Indra mengaku ingin Andien saat itu bisa mencoba dan mencari tahu dengan menggali potensi kemampuan yang dimilikinya.

Konser Suarasmara 25 Tahun Andien Berkarya 7
Sejak awal, konser Suarasmara menampilkan dunia yang hidup dan terus berubah hingga akhir. Penonton diajak masuk ke empat babak dunia Andien yang hangat, penuh warna, dan dinamis. KOMPAS/AGUS SUSANTO

Indra menambahkan, album Kinanti ketika itu sulit dikategorikan ke dalam aliran musik tertentu dan begitu juga Andien sendiri kemudian. Album tersebut punya lagu bergenre jazz, pop, RnB, electronic experimental, drum and bass, dan ada juga jungle serta bossa nova.

”Jadi itu yang membuat Andien menjadi eklektik menurutku. Kalau kita lihat evolusi Andien dalam berkarya setelah itu dia tak berhenti bereksplorasi. Jadi ketika Andien melanjutkan album-album selanjutnya, aku mendengar musiknya juga berubah dan terus berubah. Bagiku, hal itu menjadikan Andien bisa terus berkembang walau 25 tahun berlalu,” papar Indra.

Dalam konser, Andien membawakan total 26 lagu, beberapa ada yang dibawakan secara medley. Menurut Andien, ia sudah bercita-cita dan memikirkan lama rencana akan berkonser di 25 tahun perjalanan kariernya bahkan sejak masih awal-awal kariernya.

”Aku sering lihat konser, terus aku juga berpikir, ’Aduh kayaknya nanti pas aku seumur dia, aku juga kepengin banget nih kayak punya satu konser, yang bisa jadi legacy juga.’ Terus ya, enggak disangka ternyata secepat itu. Waktu 25 tahun ternyata sudah di depan mata,” ujar Andien.

Selamat memasuki babak baru, Andien….

Source Link

Logo Kompasid
Kompas id

Kompas.id adalah surat kabar nasional Indonesia di bawah naungan PT Kompas Media Nusantara

Related Posts

Herworld Reset, Renew, Redefine

Andien: Merayakan Jeda, Menyelaraskan Hidup

Andien Blazer Dengan Detail Beaded Dan Fringe Dibba Awal tahun kerap datang dengan daftar resolusi mulai...

Andien Merayakan Hidup, Cinta, Dan Karya

Andien Merayakan Hidup, Cinta, dan Karya

2025 menjadi tahun penuh selebrasi bagi Andien. Sebuah periode yang menandai 25 tahun berkarya,...

Konser Suarasmara 25 Tahun Andien Berkarya 3

Konser Suarasmara 25 Tahun Andien Berkarya

Konser Andien bertajuk Suarasmara yang diselenggarakan Sabtu (15/11/2025) di Istora Senayan, Jakarta ternyata merupakan salah satu proyek paling personal dalam...

Konser Suarasmara Andien, Perwujudan Mimpi Masa Kecil Sang Penyanyi

Konser Suarasmara Andien, Perwujudan Mimpi Masa Kecil Sang Penyanyi

Konser Andien bertajuk Suarasmara yang diselenggarakan Sabtu (15/11/2025) di Istora Senayan, Jakarta ternyata merupakan salah satu proyek paling personal dalam...

Pophariini Eksklusif Andien Menuju Konser Suarasmara

Eksklusif Andien Menuju Konser Suarasmara: Kalau Ditanya ke Mana Gue Merasa Pulang, Ya ke Jazz

Jelas dalam ingatan bagaimana pertama kali saya terpapar musik seorang musisi bernama Andien. Suatu hari pulang sekolah di tahun 2010,...

Same Love New Story, Is It Worth It With Andien

Same Love New Story, Is It Worth It? with Andien

So Sarra & Canti are back in the studio dan kali ini, kita kedatangan salah satu diva Indonesia yang juga...

Andien Fokus Kejar Karir Bermusik Sejak Masih Remaja

Andien Fokus Kejar Karir Bermusik Sejak Masih Remaja

Penyanyi Andien siap menggelar konser untuk meryakan 25 tahun berkarir di industri musik Indonesia. Lewat konser bertajuk Suarasmara, Andien akan...

Andien Rasanya Nangis Sebelum Manggung

Andien : Rasanya Nangis Sebelum Manggung

Raditya Dika ngobrol bareng Andien Aisyah yang bercerita perjalanan karir 25 tahun berkarya di industri musik dan membahas persiapan konser...

Andien 25 Tahun Berkarya! Konser Dengan Berbagai Genre Musik

Andien 25 Tahun Berkarya! Konser Dengan Berbagai Genre Musik

Andien kali ini datang ke podcast To Be Honest dengan cerita yang super seru! Ternyata 25 tahun berkarya di industri...

Dari Plogging Ke Panggung Suarasmara

Dari Plogging ke Panggung Suarasmara: Kolaborasi Hijau Andien, Trash Ranger Indonesia, dan Rekosistem

Menyambut konser Suarasmara yang akan datang, Andien Aisyah—musisi sekaligus Eco Living Advisor Rekosistem—mengajak masyarakat untuk memulai perayaan dengan cara yang...

View this post on Instagram

A post shared by Andien (@andien)

Andien Logo Black 1
Andienaisyahfoundation Logo 04 1

CONTACT US

Press Kit

Profile

Photo Gallery

Branding

Ig Black
Tt Black
Fb Black
Yt Black

2024 Andien. All Right Reserved

Designed by 24 Hour Indonesia

Andien Logo Black 1
Andienaisyahfoundation Logo 04 1

CONTACT US

Press Kit

Branding

Profile

Photo Gallery

Tt Black
Ig Black
Yt Black
Fb Black

2024 Andien. All Right Reserved

Designed by 24 Hour Indonesia

Andien Logo Black 1
Andienaisyahfoundation Logo 04 1

CONTACT US

Press Kit

Branding

Profile

Photo Gallery

Ig Black
Tt Black
Fb Black
Yt Black

2024 Andien. All Right Reserved

Designed by 24 Hour Indonesia

5463